Nama : Jaya Edi Suparmanto
NIM : 08.14.56
Mata Kuliah : Missiologi Kontemporer
Dosen Pengampu : Pdt. Kinurung Maleh Maden, M.Th, MA
LEDAKAN PENGINJILAN
I. Pernyataan Iman
Ledakan Penginjilan:
Pernyataan
Iman Ledakan Penginjilan Internasional merupakan suatu pernyataan iman injili
yang luas, yang sangat erat persamaannya dengan Injil yang disajikan didalam
buku murid. Pernyataan Iman tersebut ialah sebagai berikut:
1. Alkitab adalah Firman Allah yang
diilhamkan, satu-satunya yang tidak ada salahdan berwibawa mutlak.
2. Hanya ada satu Allah, yang
secara abadi berada di dalam tiga Oknum: Bapa, Putra dan Roh Kudus.
3. Tuhan kita Yesus Kristus adalah
Allah dan Manusia di dalam satu Oknum. Dia dilahirkan oleh seorang perawan,
menjalankan hidup yang tanpa dosa, mengadakan mujizat dan mengadakan pendamaian
untuk dosa melalui pencurahan darah dan kematian-Nya. Dia telah dibangkitkan
dari antara orang mati, naik ke Surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa dan
akan kembali secara pribadi di dalam kekuasaan dan kemuliaan.
4. Regenerasi oleh Roh Kudus mutlak
diperlukan untuk keselamatan manusia yang terhilang dan penuh dosa.
5. Kehidupan kekal diterima melalui
iman; maksudnya, hanya mengandalkan Yesus Kristus untuk memperoleh keselamatan.
6. Roh Kudus tinggal di dalam semua
orang percaya dan menjadikan mereka mampu menjalankan hidup yang saleh.
7. Orang yang selamat dan orang
yang tidak selamat akan dibangkitkan dari kematian; mereka yang selamat akan
dibangkitkan untuk kehidupan kekal dan mereka yang tidak selamat akan
dibangkitkan untuk hukuman abadi.
8. Terdapat kesatuan rohani di
antara semua orang percaya sejati di dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
9. Gereja lokal merupakan landasan
operasi yang telah ditetapkan Allah untuk kegiatan penginjilan di seluruh
dunia.
10.Setiap orang percaya sejati
memperoleh tugas dari Kristus untuk ‘memberitakan Injil kepada semua makhluk’
dan ‘menjadikan sekalian bangsa murid-Nya.’
11.Para peserta yang belum berpengalaman
dimungkinkan untuk memberitakan Injil melalui keterlibatan di dalam
kelompok-kelompok pemuridan yang mencantumkan pelatihan lapangan dengan
bersaksi langsung di bawah bimbingan para pelatih yang sudah lebih
berpengalaman.
II.
Cara Kerja Pelatihan Ledakan Penginjilan:
1. Doa dan Mitra Doa; Segala macam usaha penginjilan adalah peperangan rohani di garis depan dan
doa merupakan senjata terampuh.
2. Tim; Selama pelatihan berjalan akan ada pengelompokan tim yang
terdiri dari tiga orang, dan masing-masing kelompok akan dipimpin oleh seorang
pelatih yang sudah pernah mengikuti pelatihan sebelumnya.
3. Latihan di dalam kelas/simulasi; Dalam pelatihan Ledakan
Penginjilan, Guru/Pelatih akan menjelaskan materi tiap unit untuk membantu
memahami makna teologis di balik penyajian Injil disertai pengalaman praktis di
lapangan.
4. Latihan di lapangan;Setiap Minggu akan diadakan latihan lapangan
yang dibimbing oleh pelatih. Setelah latihan lapangan setiap Minggu, semua tim
akan berkumpul dan melaporkan secara singkat hasil kunjungan mereka.
5. Persiapan; Setiap Minggu akan diberikan pekerjaan rumah untuk
membantu mempelajari materi pelajaran dan untuk membantu mempersiapkan diri
bagi pelajaran minggu-minggu berikutnya.Tugas itu meliputi membaca,
menghafalkan dan persiapan pribadi lainnya, tetapi hanya akan memakan waktu 1-2
jam setiap Minggunya.
6. Bersaksi sebagai gaya hidup; Ledakan Penginjilan bukan hanya
dimaksudkan sebagai pelatihan semusim yang akan segera dilupakan setelah
beberapa Minggu.Ledakan Penginjilan
dirancang untuk mengubah gaya hidup.
7. Ujian; Pada pertengahan dan akhir pelatihan akan diadakan ujian
tertulis dan lisan, guna untuk mengukur sejauh mana kemajuan yang telah dicapai
selama mengikuti pelatihan.
8. Pemberian sertifikat; Setelah berhasil mengikuti pelatihan sampai selesai,
akan ada penyerahan sertifikat sebagai tanda penghargaan karena telah berhasil
menyelesaikan pelatihan.
III.
Isi Pelatihan Ledakan Penginjilan
1. Hal-Hal Pertama
a.
Tujuan Pelatihan Ledakan Penginjilan
-
Membekali diri untuk
memberitakan Injil secara efektif kepada seseorang yang Kristen atau Nonkristen.
-
Menjadikan Bersaksi
sebagai Gaya Hidup.
b.
Prinsip Ledakan Penginjilan
-
Setiap orang Kristen
harus menjadi saksi (Kis 1:8).
-
Merupakan tanggung
jawab gembala untuk memperlengkapi orang-orang kudus (Efesus 4:11-12).
-
Tindakan memperlengkapi
yang tepat dengan cara Latihan Lapangan ( Mark 3:14).
-
Dengan melatih orang
lain akan sangat besar pengaruhnya daripada hanya memenangkan jiwa, karena
dengan demikian berarti bukan hanya menambah jiwa melainkan melipatgandakan
jiwa.
c.
Beberapa dasar untuk penginjilan yang efektif
-
Kesatuan
Tubuh Kristus (1 Kor 12:24,25); Ledakan Penginjilan
berfokus pada kesatuan, dan waktu yang diluangkan bersama. Yang menjadi bekal
dalam penginjilan ialah kerja sama dengan saling mendukung dan memberi
semangat.
-
Doa
(Ef 6:18-19); Penginjilan di dalam Perjanjian Baru
senantiasa dibekali dengan doa.
-
Komitmen
untuk Pelatihan (1 Kor 15:58); Komitmen yang dibuat
meliputi disiplin waktu ketika menghadiri setiap pertemuan, mengerjakan semua
tugas yang diberikan, berpartisipasi dalam setiap sesi penerapan, ambil bagian
dalam Latihan Lapangan dan mempunyai waktu yang cukup untuk berdoa.
2. Peragaan Penyajian
Injil
a.
Persahabatan
1. Kehidupan
sehari-hari;Dimulai dengan pembicaraan
yang umum dan masuk ke dalam kehidupannya sehari-hari dengan cara pendekatan
umum.
2. Latar
belakang rohani; Tanyakan latar belakang
rohaninya dengan cara yang halus dan tidak menyinggung perasaan.
3.
Kegiatan rohani; Tanyakan seberapa aktif dia terlibat di
dalam kegiatan rohani, dalam rangka untuk mengetahui seberapa besar
ketertarikannya pada hal-hal rohani.
4.
Kesaksian; Gunakan kesaksian pribadi untuk menarik
minatnya pada apa yang akan disampaikan tentang kehidupan kekal.
5. Dua
pertanyaan diagnostik; Dua pertanyaan kunci
dalam Ledakan Penginjilan
P1. Seandainya anda
meninggal dunia hari ini, Apakah anda yakin pasti masuk Surga?
P2. Mengapa Allah
mengijinkan anda masuk Surga-Nya?
b.
Injil
1.
Anugerah
-
Hidup kekal adalah
anugerah Allah (Roma 6:23b)
-
Hidup kekal tidak didapat
karena usaha atau karena upah (Efesus 2:8-9)
-
Ilustrasi: Hadiah kawan
(kado ulang tahun)
-
Kalimat peralihan:
Apakah yang menghalangi kita menerima karunia itu? Dosa
2.
Manusia
-
Semua manusia telah
berdosa (Roma 3:23); Dialog tentang apa itu dosa?
-
Manusia tidak bisa
menyelamatkan diri sendiri; Dialog tentang apa yang harus dilakukan.
-
Ayat patokan: Matius
5:48 (sempurna)
-
Ilustrasi: Telur Busuk
-
Kalimat peralihan: Mari
kita melihat bagaimana cara Allah
3.
Allah
-
Pengertian yang salah
tentang Allah digambarkan dengan tokoh kakek dan polisi;
Tokoh
Kakek: Mempunyai kasih tetapi tidak adil
Tokoh
Polisi : Bertindak adil tetapi tidak mempunyai kasih
-
Pengertian yang benar
tentang Allah ialah mempunyai kasih sekaligus bertindak adil walaupun manusia
telah berdosa, namun Ia mengasihi umat manusia dan tidak ingin menghukumnya.
Akan tetapi Allah juga bertindak adil dan menghukum manusia yang tidak mau
sadar dan mengakui dosa-dosanya.
Mempunyai
kasih: Yeremia 31:3 (tidak ingin menghukum)
Bertindak
adil: Keluaran 34:7b (harus menghukum)
-
Ilustrasi: Tentang
Perampok Bank yang terpaksa merampok oleh karena situasi tertentu.
-
Ayat patokan: Roma
6:23a (maut)
-
Ilustrasi: Cerita
tentang pengorbanan Shamila
-
Kalimat peralihan:
Allah menunjukkan kasih dan keadilan-Nya melalui pengorbanan-Nya di dalam diri
Yesus Kristus.
4.
Kristus
-
Yesus adalah Allah yang
telah menjadi Manusia (Yohanes 1:1,14)
-
Apa yang dilakukan-Nya
sehingga rela menjadi Manusia di dalam diri Yesus Kristus?
Yesus
mengorbankan diri-Nya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa manusia (Yoh
19:30a)
Melalui
kebangkitan setelah kematian-Nya di kayu salib dan naik ke Surga untuk
menawarkan kehidupan kekal bagi umat manusia(Roma 6:23b)
-
Ayat patokan: Yesaya
53:6 dan 2 Korintus 5:21
-
Kalimat peralihan:
Anugerah hidup kekal ini dapat diterima dengan iman
5.
Iman
-
Ilustrasi: Hanya ada
satu kunci yang bisa membuka pintu Surga yakni Iman.
-
Iman yang tidak
menyelamatkan:
Melompat dalam gelap,
iman yang hanya percaya tetapi tidak tahu apa dan siapa yang ia percayai.
Keyakinan berdasarkan
akal, iman yang hanya berdasarkan pengetahuan
tetapi tidak mempunyai relasi dengan Yesus.
Iman sementara,
iman yang hanya mengandalkan Yesus ketika mempunyai keinginan tertentu.
-
Iman yang
menyelamatkan:
Iman
yang menyelamatkan ialah mengenal dan selalu mengandalkan Yesus Kristus saja
sebagai Tuhan dan Juruselamat untuk memperoleh hidup yang kekal (Yohanes 14:6)
-
Ilustrasi:
Blondin,
seorang pemain akrobat asal Amerika yang menyeberangi air terjun Niagara
bersama anaknya dengan melewati sebuah tali. Anaknya berani mengambil resiko
untuk ikut ayahnya menyeberang karena ia percaya bahwa ayahnya tidak mungkin
mencelakakan dia.
Kapal, ketika
sebuah kapal hancur berantakan di tengah laut karena diterpa badai dan kita
selamat karena ada sepotong papan tempat berpegang. Namun ketika ada sebuah
kapal yang datang untuk memberi bantuan dan ada seorang kapten yang mengulurkan
tangannya agar bisa diraih, sudah pasti kita akan melepaskan sepotong papan
yang menyelamatkan kita dan meraih tangan sang kapten.
Tali benang, seseorang
tidak akan mungkin bisa memanjat jurang dengan seutas tali yang disambung
dengan seutas benang, karena benang itu pasti akan putus. Tetapi hanya cukup
dengan seutas tali, seseorang akan bisa memanjat jurang.
C.
Penyerahan Diri
-
Pertanyaan penjelasan:
Apakah semua ini dapat anda pahami?
-
Pertanyaan Penyerahan
Diri: Apakah anda mau menerima Anugerah hidup kekal?
-
Penjelasan penyerahan
diri:
Menerima
Yesus sebagai pemberi hadiah hidup kekal, mengalihkan dari pengandalan diri
kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan kemudian mengakui Yesus sebagai
Tuhan di dalam hati lalu bertobat, yakni berbalik arah dan mengikuti Yesus saja.
-
Doa penyerahan diri,
yakni doa pengantar dan doa bersama.
-
Kepastian keselamatan
(Yohanes 6:47; Yohanes10:28)
-
Ajukan dua pertanyaan
diagnostik
-
Kalimat peralihan: Selamat
datang dalam keluarga Allah
-
Ilustrasi: Jabat tangan
Romawi
D.
Tindak Lanjut Langsung
Ada
lima langkah untuk bisa bertumbuh:
-
Alkitab; Mulailah
membaca Alkitab sebagai makanan rohani
-
Doa; Hanya dengan doa
kita bisa berkomunikasi dengan Allah
-
Kebaktian; Perlu untuk
mengikuti kebaktian wajib setiap Minggu
-
Persekutuan; Melalui persekutuan
akan ada kedekatan dan keakraban dengan saudara seiman
-
Kesaksian; Menceritakan
Kabar Baik agar orang lain juga bisa mendengarnya dan turut menyaksikannya
walaupun secara tidak langsung.
EVALUASI
Tanggapan:
Penginjilan yang
dilakukan oleh EE berlandaskan atas Matius 28:18-20, yakni mandat yang
diberikan Tuhan Yesus Kristus kepada para murid sebelum Ia naik ke Surga, untuk
menjadikan semua bangsa sebagai murid-Nya dan membaptis mereka dalam nama Bapa,
Anak dan Roh Kudus. Kemudian mengajarkan kepada mereka hal yang sama seperti yang
Tuhan Yesus perintahkan kepada para murid. Oleh sebab itu, PI yang dilakukan EE
merupakan salah satu cara orang-orang beriman untuk menjalankan mandat yang
Tuhan Yesus berikan, walaupun mandat itu dinyatakan Yesus kepada para murid
beribu-ribu tahun yang silam. Dengan kesadaran bahwa masih ada banyak orang
yang belum menerima Injil, maka EE membuka jalan bagi siapa saja yang ingin
ambil bagian dalam mewujudkan mandat Tuhan Yesus Kristus.
Sebelum melakukan PI, pihak EE terlebih dulu membuat
pelatihan bagi orang-orang yang ingin ambil bagian dalam missi untuk
memberitakan Injil. Setiap orang dibekali dengan pengetahuan dan cara-cara
dalam memberitakan Injil.
Memberitakan Injil bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk
dilakukan. Kelihatannya memang tampak sederhana, namun penuh resiko. Ada banyak
kasus bahwa orang-orang yang melakukan penginjilan dianiaya, karena bagi
sebagian orang itu merupakan penghinaan. Ada alasan lain yang menjadi faktor
penghambat dalam melakukan PI, yakni kesalahan dalam memahami Injil dan
kesalahan dalam melakukan pendekatan. Orang-orang menjadi takut untuk
memberitakan Injil oleh karena keminoritasan keberadaan mereka yang seiman.
Sebagai contoh, di Banjarmasin merupakan penduduk yang mayoritas pemeluk agama
Muslim. Untuk melakukan penginjilan di Banjarmasin merupakan tantangan yang
sangat berat. Ketika orang-orang Muslim ini tidak dapat menerima Injil yang
diberitakan kepada mereka, maka akan menjadi sebuah kontroversi yang berujung
dengan tindakan kekerasan. Jadi untuk menjaga kemungkinan itu terjadi, maka EE
memberikan cara yang efektif dalam melakukan penginjilan. Cara tersebut ialah
dengan melakukan pendekatan, yakni memulai langkah awal dengan membangun relasi
melalui persahabatan. Dengan demikian, akan ada peluang bagi kita untuk
memberitakan Injil melalui seputar obrolan yang sedang berlangsung. Selain itu,
metodepenginjilan yang
disajikanoleh EE cukupmenarik, karena dalam metode tersebut menerapkan metode ilustrasi dan
bercerita yang dilengkapi dengan penjelasan dan makna rohaninya.Selain itu
penyajian ilustrasi dan cerita juga dikemas secara sederhana dan cukup singkat,
sehingga hal itu dapat mempermudah pendengar mengertidanmemahamimaksudpengajarantersebut.
Ada hal yang sangat menarik dari EE, yakni bahwa EE tidak mengutamakan
pemenangan jiwa, akan tetapi yang lebih penting bagi EE ialah multiplikasi atau
pemuridan. Maksudnya ialah dengan melatih orang lain akan sangat besar
pengaruhnya daripada hanya memenangkan jiwa, karena dengan demikian berarti
bukan hanya menambah jiwa melainkan melipat gandakan jiwa.
Pluralisme Agama-Agama:
Secara umum di Indonesia sendiri ada enam
Agama yang telah disahkan. Setiap agama tersebut masing-masing memiliki
ajarannya tersendiri tentang keselamatan. Jadi jika dikaitkan dengan
keselamatan yang ada di dalam EE akan sangat jelas terlihat “kekslusifannya.” Dalam nats yang
menjadi landasan EE dalam penginjilannya, yakni Yohanes 14:16 yang menyatakan
bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Bapa dan Keselamatan. Dengan kata
lain, bahwa di luar Tuhan Yesus tidak ada keselamatan. Jadi konsep keselamatan
di dalam agama lain akan menjadi sia-sia, karena tanpa menerima Injil maka
tidak akan ada keselamatan. Dengan demikian, maka akan ada pembatasan antara
agama Kristen dengan agama-agama lain.Pluralisme adalah keanekaragaman/kemajemukan
kehidupan beragama dengan banyak agama. Jadi, apabila ajaran EE dibandingkan
dengan pluralisme akan menjadi tidak berjalan selaras, oleh karena sifatnya
yang sangat ekslusif. Dan hal itu juga membuat penginjilan cenderung dipandang
sebagai pengkristenan. Eksklusifitas
menyebabkan seorang Kristen berpotensi cenderung menutup diri terhadap
orang-orang luar agama Kristen, pola pikirnya juga dapat saja menjadi pola
pikir yang cenderung memandang orang lain sebelah mata, khususnya mengenai
masalah keagamaan dan keselamatan.
Dengan
demikian agama Kristen menjadi kurang mampu untuk turut mengembangkan teologi agama-agama
tentang konsep keselamatan. Tidak akan ada lagi teologi yang kontekstual jika
pandangan orang-orang Kristen tentang keselamatan terlalu sempit. Jadi, konsep
keselamatan yang ada di dalam agama Kristen bisa diselaraskan dengan konsep
keselamatan yang ada di dalam agama-agama lain, dalam rangka mengaitkan atau
menghadirkan keselamatan yang diberikan oleh Yesus Kristus.
Alkitab dan ajaran Yesus Kristus:
Metode yang digunakan EE dalam menyajikan
Injil sama seperti metode-metode yang diterapkan oleh Tuhan Yesus dalam
pengajaran-Nya, seperti metode bercerita, khotbah, bimbingan, perumpamaan, dan
pengajaran di tempat-tempat ibadah. Ajaran EE juga sesuai dengan ajaran Alkitab
mengenai keselamatan, bahwa keselamatan adalah dari Allah yang Ia karuniakan
sebagai anugerah (pemberian yang selayaknya tidak dapat diterima manusia) Roma 6:23; Efs. 2:8-9dan melalui Yesus
Kristus Roma 5:8.
Ajaran
EE sangat sesuai dengan apa yang terdapat di dalam Alkitab dan ajaran Tuhan
Yesus sendiri. Hal itu terbukti dengan adanya pernyataan, yakni “melatih orang lain akan sangat besar
pengaruhnya daripada hanya memenangkan jiwa, karena dengan demikian berarti
bukan hanya menambah jiwa melainkan melipat gandakan jiwa.” Sangat jelas
terlihat bahwa Amanat Agung Tuhan Yesus di dalam Matius 28:18-20 yang
mengutamakan pemuridan dari pada pemenangan jiwa. Begitu pula kaitannya dengan Khotbah
di bukit (Mat. 5-7), ringkasan Taurat (Mat. 22:37-40) dan penghakiman terakhir
(Mat. 25:31-46) yang lebih mengacu kepada apa yang harus diperbuat kepada Allah
dan manusia, yang berarti keselamatan secara holistik. Manusia tidak mungkin
bisa menyelamatkan diri dengan usahanya sendiri, tanpa ia melandaskan usahanya
atas dasar iman.
Aplikasi bagi GKE:
Ada banyak hal yang bisa diambil dan
diterapkan di GKE tentang pelayanan dan penginjilan yang dilakukan EE. Usaha
dan kerja keras EE dalam melakukan penginjilan bisa dijadikan sebagai motivasi
bagi GKE. Penginjilan yang dilakukan EE tidak hanya berada di dalam ruang
lingkup tertentu, tetapi menjangkau seluruh wilayah. Begitu pula hendaknya GKE
bisa membuat prubahan baru dengan memperluas area pelayanannya.
Keberanian
EE dalam melakukan penginjilan juga perlu dijadikan sebagai contoh bagi GKE.
Jika kita lihat bahwa penginjilan yang dilakukan EE mencakup kepada “semua
orang,” tanpa membeda-bedakan latar belakang agamanya. Sedangkan yang menjadi
kelemahan GKE ialah cenderung hanya menjadikan orang-orang Kaharingan sebagai
objek penginjilan, tidak terhadap agama lain yang di luarKaharingan.Metode-metode
yang digunakan EE juga sangat penting, seperti pendekatan dengan membangun
relasi terlebih dulu melalui persahabatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar